About

Showing posts with label ADM DAN MANAJEMEN. Show all posts
Showing posts with label ADM DAN MANAJEMEN. Show all posts

Thursday, June 26, 2014

Manajemen Sumber Daya Manusia

BAB I PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG

Sumber daya adalah segala sesuatu yang merupakan assets perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat dikategorikan atas empat tipa sumber daya, seperti Finansial, Fisik, Manuisa dan Kemampuan Teknologi. manajemen sumber daya manusia, yaitu administrasi kepegawaian atau juga manajemen kepegawaian.
Melihat dari kondisi sumber daya manusia yang berada disuatu organisasi pemerintah maupun perusahaan, terkadang sumber daya manusia yang berada di dalamnya masih melum mampu dimanfaatkan sebagai mana mestinya dan masih belum jelasnya peran dan fungsi dari sumber daya yang dipergunakan, terutama dari segi manusianya.
Jadi tentunya dengan mengetahui dan mampu menerapkan system manajemen oleh semua elemnen yamg berada dalam suatu organisasi pemerintah maupun perusahaan maka apa yang menjadi tujuan dapat tercapai dengan baik. Karena ketika berbicara mengenai manajemen berarti bagaimana pengaturan suatu system kerja oleh sumber daya manusia yang berada didalamnya.

Kepemimpinan Dan Pengambilan Keputusan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.          Latar Belakang
Setiap organisasi, baik dalam skala besar maupun kecil, terdapat terjadi perubahan-perubahan kondisi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal organisasi. Dalam menghadapi perkembangan dan perubahan yang terjadi maka diperlukan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dilakukan agar roda organisasi beserta administrasi dapat berjalan terus dengan lancar
     Pengambilan keputusan tersebut dilakukan oleh seorang manajer atau administrator. Kegiatan pembuatan keputusan meliputi pengindentifikasian masalah, pencarian alternatif penyelesaian masalah, evaluasi daripada alternatif-alternatif tersebut, dan pemilihan alternatif keputusan yang terbaik. Kemampuan seorang pimpinan dalam membuat keputusan dapat ditingkatkan apabila ia mengetahui dan menguasai teori dan teknik pembuatan keputusan. Dengan peningkatan kemampuan pimpinan dalam pembuatan keputusan maka diharapkan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang dibuatnya, sehingga akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja organisasi.
     Pembuatan keputusan diperlukan pada semua tahap kegiatan organisasi dan manajemen. Misalnya, dalam tahap perencanaan diperlukan banyak kegiatan pembuatan keputusan sepanjang proses perencanaan tersebut. Keputusan-keputusan yang dibuat dalam proses perencanaan ditujukan kepada pemilihan alternative program dan prioritasnya. Dalam pembuatan keputusan tersebut mencakup kegiatan identifikasi masalah, perumusan masalah, dan pemilihan alternatif keputusan berdasarkan perhitungan dan berbagai dampak yang mungkin timbul. Begitu juga dalam tahap implementasi atau operasional dalam suatu organisasi, para manajer harus membuat banyak keputusan rutin dalam rangka mengendalikan usaha sesuai dengan rencana dan kondisi yang berlaku. Sedangkan dalam tahap pengawasan yang mencakup pemantauan, pemeriksaan, dan penilaian terhadap hasil pelaksanaan dilakukan untuk mengevalusai pelaksanaan dari pembuatan keputusan yang telah dilakukan.
     Hakikatnya kegiatan administrasi dalam suatu organisasi adalah pembuatan keputusan. Kegiatan yang dilakukan tersebut mencakup seluruh proses pengambilan keputusan dari mulai identifikasi masalah sampai dengan evaluasi dari pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh elemen-elemen dalam administrasi sebagai suatu sistem organisasi. Artinya dalam membuat suatu keputusan untuk memecahkan suatu permasalahan yang ditimbulkan dari adanya perubahan-perubahan yang terjadi dalam organisasi dibutuhkan informasi yang cukup baik dari internal maupun eksternal organisasi guna mengambil keputusan yang tepat dan cepat.
     Pada akhirnya, kegiatan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat merupakan bagian dari kegiatan administrasi dimaksudkan agar permasalahan yang akan menghambat roda organisasi dapat segera terpecahkan dan terselesaikan sehingga suatu organisasi dapat berjalan secara efisien dan efektif dalam rangka mencapai suatu tujuan organisasi.

Strategi Komunikasi Publik

BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Sebagai warga Negara Indonesia, tentunya merupakan sebuah upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Hal ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah Negara tetapi seyogyanya setiap warga negara memiliki peran dan partisipasi untuk menyalurkan segala potensi yang dimilikinya untuk pembangunan dan kemajuan Negara Indonesia.
Berdasarkan dari hal tersebut, sumber utama penerimaan Negara berupa pajak perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pembangunan nasional. Seorang warga Negara seyogyanya mendaftarkan dirinya sebagai wajib pajak baik perorangan pribadi maupun lembaga jika telah memenuhi syarat sebagai wajib pajak, disamping itu seorang wajib pajak hendaknya membayar pajak tepat pada waktunya. Sehingga anggaran tersebut dapat disalurkan keberbagai daerah untuk kepentingan masyarakat baik dalam bidang pendidikan, bidang kesehatan, infrastruktur jalan, jembatan dan sebagainya. Pajak juga digunakan untuk membiayai berbagai subsidi seperti bahan bakar minyak (BBM), listrik, pupuk, dan masih banyak lagi.

1
Hal ini tentunya menjadi peran bagi Direktorat Jenderal Pajak untuk mensosialisasikan kepada masyarakat umum agar menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Karena tanpa hal itu, maka masyarakat akan bersifat acuh terhadap hal tersebut. Sebagaimana yang kita saksikan bersama, baik dimedia cetak maupun eletronik bahwa terdapat lembaga diwilayah tertentu yang telah lama tidak membayar pajak.
Melalui komunikasi yang efektif oleh Direktorat Jenderal Pajak maka informasi terkait pembayaran pajak oleh calon wajib pajak maupun wajib pajak maka dapat berjalan dengan baik. Informasi tersebut bukan hanya terfokus pada sektor perkotaan melainkan juga pada pedesaan. Pada intinya ketika berbicara tentang komunikasi publik  maka sebuah upaya agar informasi tersebut bisa tersebar dan sampai pada masyarakat umum.
Selain itu, kantor pajak merupakan pusat informasi terkait pajak yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga dalam hal ini kantor pajak dapat menjadi tempat yang bisa mewadahi segala informasi yang dibutuhkan demi meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait perpajakan. Pelayanan yang baik menjadi hal yang sangat berpengaruh dan mempengaruhi masyarakat secara kontinyuitas berkunjung ke kantor pajak untuk memperoleh informasi.
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Selatan pada tanggal 03 - 10 Februari 2014, Kantor Pajak KPP Makassar Selatan telah tersedia pusat informasi dan pelayanan sebagaimana seharusnya. Setelah wawancara awal terhadap Kepala Seksi Ekstensifikasi yang merupakan bagian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, merasa harus memiliki daya kreatifitas dan trik khusus dalam melakukan suatu program sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk menghadiri kegiatan yang berkaitan dengan informasi perpajakan, karena berdasarkan dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, penyuluhan yang dilaksanakan di Aula Kantor Pajak KPP Makassar Selatan tidak pernah berhasil mencapat target peserta, dari target 100 orang terkadang kurang dari 50 persen yang hadir.
Dari uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa minat masyarakat untuk memperoleh informasi maupun pengetahuan terkait prerpajakan masih minim. Sehingga dibutuhkan sebuah upaya untuk menindak lanjuti dari apa yang telah dilaksanakan melalui proses yang baru. Disamping perlunya dilakukan inovasi dalam melaksanakan program penyuluhan kepada masyarakan calon wajib pajak maupun wajib pajak oleh Direktoran Jenderal Pajak dalam hal ini Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Selatan, Proses penyampaian informasi melalui media komunikasi juga manjadi hal yang sangat penting demi meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait perpajakan dan masyarakat dapat sadar akan kewajiban membayar pajak.

BAB III. Strategi Komunikasi Publik


A.    Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menggambarkan tentang permasalahan yang dikaji, dengan menggunakan metode ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang strategi kantor pelayanan pajak pratama Makassar selatan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat umum.
Penelitian ini mengkaji tentang strategi komunikasi publik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat oleh Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Selatan. Fokus penelitian adalah proses penyampaian informasi dengan berbagai media yang ada tanpa mengkaji tentang respon masyarakat.
B.     Deskripsi Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Selatan Jl. Urip Sumohardjo km 4 GKN I Sulawesi Selatan Telepon: 441680, 441681 Fax: 441259
C.    Sumber Data dan Jenis Data

24
Jenis data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan secara langsung dari informan dengan menggunakan teknik wawancara dan pengamatan. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari pengkajian bahan pustaka berupa buku-buku, dokumen-dokumen pada lokasi penelitian yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, maupun melalui peraturan perundang-undangan.
D.    Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus
1.      Fokus Penelitian
Aspek yang dikaji dalam penelitian ini adalah ”Peranan Strategi Komunikasi Publik dalam Pemberian Informasi Kepada Masyarakat pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Selatan”. Hal tersebut akan menggambarkan upaya yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam hal ini Kantor Pelayanan Pajak Pratama Makassar Selatan dalam memberikan informasi kepada masyarakat umum sebagai calon wajib pajak maupun wajib pajak yang telah mendaptar agar memperoleh informasi dan pengetahuan terkait perpajakan

Strategi Komunikasi Publik

Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.
Halim (http://carapedia.com/pengertian_definisi_strategi_info2036.html). Diakses sabtu, 12 Februari 2014 Pukul 11.25 WITA mengemukakan bahwa:
Strategi adalah suatu cara dimana organisasi / lembaga akan mencapai tujuannya, sesuai dengan peluang - peluang dan ancaman - ancaman lingkungan eksternal yang dihadapi, serta sumber daya dan kemampuan internal.
Marrus (http://eprints.uny.ac.id/8632/3/BAB%202%20-%2008417141011. pdf). Diakses sabtu, 12 Februari 2014 Pukul 11.25 WITA menyatakan bahwa:

5
Strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
Dari berbagai pendapat di atas, dapat dipahami bahwa strategi merupakan suatu rangkaian atau upaya yang dilakukan oleh suatu organisasi dalam menyusun suatu program demi mencapai tujuan organisasi
1.      Pengertian Komunikasi
Dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam proses interaksi antar sesama manusia tidak pernah lepas dari peran komunikasi, hal ini juga ditunjukkan dalam sebuah lembaga, baik internal lembaga itu sendiri maupun antara lembaga dengan masyarakat umum. Kedua hal ini tidak akan bejalan dengan baik dari segi proses penyampaian pesan jika penggunaan komunikasi tidak dimanfaatkan dengan baik. Oleh karena itu, komunikasi merupakan faktor yang sangat penting dalam proses penyampaian pesan demi mendukung tercapainya tujuan dari komunikator. Berbagai media dapat digunakan demi tercapainya proses komunikasi yang baik, baik media tradisional maupun modern sebagai sarana penyampaian pesan-pesan.
Teori komunikasi matematis dari Shannon dalam Fiske sangat diterima secara luas sebagai salah satu  dasar berkembangnya ilmu komunikasi. Teori ini adalah contoh yang jelas dari mazhab proses, yang memandang komunikasi sebagai transmisi pesan.

Perubahan Organisasi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat sang pencipta yang telah melimpahkan rahmat dan hidaya-Nya, sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan. Adapun maksud dari penyusunan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas kelompok dari mata kuliah Manajemen Perubahan Organisasi dengan judul “Perubahan Terencana”.
Ucapan terimah kasih kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini. Penyusun berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yang membacanya.
Disadari sepenuhnya bahwa makalah ini tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan, maka dari itu penyusun mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini dan makalah-makalah kami selanjutnya.

Makassar, 02 April 2013

                                                                                                   Penyusun



DAFTAR ISI






BAB I PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang

Perubahan tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia. Dimulai oleh dunia usaha yang lebih dulu menyadari pentingnya perubahan bagi peningkatan kualitas produksi yang dihasilkan, sampai ke administrasi pemerintahan. Berbagai upaya pendekatan telah dilakukan untuk memecahkan masalah yang timbul akibat adanya perubahan.
Berkaitan dengan ini, seorang ahli filsafat Yunani kuno yang bernama Heraclius pernah berkata bahwa didunia ini tidak ada yang permanen, kecuali perubahan. Pernyataan tersebut kiranya masih mengandung kebenaran sampai saat ini. Dikatakan demikian karena memang pada kenyataanya di dunia ini selalu terjadi perubahan yang mencakup seluruh segi kehidupan baik pada tingkat individu maupun tingkat organisasional. Menarik untuk dicatat bahwa disamping selalu terjadi perubahan disemua segi kehidupan, perubahan dalam satu bidang pasti mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung pada bidang kehidupan yang lainnya. Dengan kata lain, suatu perubahan merupakan dependent variable untuk perubahan di bidang yang lainnya selalu terdapat interelasi dan interdependensi nyata, meskipun korelasinya mungkin tidak segera dapat dilihat.
Oleh karena perubahan memang selalu terjadi dan pasti akan selalu terjadi, pimpinan organisasi baik organisasi pemerintah maupun non pemerintah disamping harus memiliki kepekaan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di luar organisasi yang dipimpinnya dan mampu memperhitungkan dan mengakomodasikan dampak dari perubahan-perubahan yang terjadi itu, mutlak perlu pula untuk mempunyai keterampilan  dan keberanian untuk melakukan perubahan didalam organisasi demi peningkatan kemampuan organisasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dilain pihak tidak banyak orang yang suka akan perubahan, namun walau begitu perubahan tidak bisa dihindarkan. Harus dihadapi karena hakekatnya memang seperti itu maka diperlukan satu manajemen perubahan agar proses dan dampak dari perubahan tersebut mengarah pada titik positif.

 

Total Pageviews

Pages